Headlines News :
Home » » Objek Wisata Menara Siger

Objek Wisata Menara Siger

Written By Unknown on Rabu, 12 Desember 2012 | 00.12



Menara Siger adalah objek wisata di lampung, sebuah nama yang sebenarnya tak asing di mata saya baik rupa dan letaknya, pasalnya sudah sejak kecil saya sering mondar-mandir ke lampung-jakarta namun kerana sekecil itulah saya kurang menangkap akan inti dari menara ini apalagi tau fungsinya dan ternyata menara ini baru saya kagumi dewasa ini.


Menara Siger adalah menara yang juga menjadi titik nol Sumatra di selatan. Gubernur Lampung Sjachroedin Z.P. dalam peresmian Menara Siger, 30 April 2008, menyatakan optimistis Menara Siger akan mendorong kemajuan Lampung. Peresmian ini ditandai dengan penekanan sirine, penandatanganan prasasti, serta penglepasan merpati bersama puluhan duta besar. Dengan iringan lagu Mars Lampung oleh Korps Musik (Korsik) Pemprov Lampung, Ny. Truly Sjachroedin menggunting rangkaian melati di pintu masuk bangunan menara enam lantai tersebut. Gubernur memasuki menara bersama duta besar Kroatia, Sri Lanka, Jepang, Palestina, Afghanistan, Singapura, Filipina, keluarga Sultan Banten dan Sultan Kanoman Cirebon. Peresmian ini juga diwarnai pembukaan stan seluruh kabupaten/kota.


Pendirian Menara Siger mengawali pembangunan Jembatan Selat Sunda (JSS) —penghubung Bakauheni—Merak. Menara Siger terbangun di atas bukit sebelah barat Pelabuhan Bakauheni. Bangunan tersebut dilengkapi dengan sarana informasi mengenai peta wisata seluruh kabupaten/kota se-Lampung.


Menurut arsiteknya Ir. Hi. Anshori Djausal M.T Dengan penggunaan teknik ferrocement, Menara Siger dijamin mampu menahan terpaan angin kencang walau di bangun dengan ketinggian 110 meter di atas permukaan laut, Pembangunan menara siger sejak tahun 2005 sudah menghabiskan biaya Rp15 miliar. Akhirnya saya bisa menginjakan kaki setelah beberapa tahun lalu tidak pulang kampung dan menyempatkan pula mempir di menara siger yang ternyata menara ini ada yang bilang mahkota dari  Provinsi yang menjadi pintu gerbang Pulau Sumatra dan jawa dan menjadi kebanggan masyarakat lampung  karena memiliki icon berskala nasional.

Saya merasa bangga karena pernah dilahirkan ditanah lampung yang memiliki menara siger ini, saat saya pulang kampung di iedul fitri 2012 walau terbilang #trip ke sukarandeg tanah kelahiran yang singkat dan cepat, karena hanya memakan waktu dua malam satu hari disana, karena masih banyak yang ingin dilakukan juga di kota maka waktu untuk pulkam tahun ini hanya segitu waktunya.


Mampir ke menara siger saya dan keluarga menyempatkan walaupun hampir terlewatkan akan momen kesana. Tapi untunglah kesampean juga saat melintas mau kembali lagi ke Jakarta kejadianya waktu itu kita sekeluarga lagi ngumpul dipinggir jalan dan sudah melewati gang menara siger samping pasar didepan pom bensin, yah kurang lebih masih satu sampai dua kila lagi sampai dipelabuhan bakauheni.


Saat sudah selesai memilah dan memilih biasanya tugas ibu-ibu bagian milih oleh-oleh padahal Cuma beli kemplang doang lamanya minta ampun dah :D . nah sudah beli eh pas siap-siap ade saya dan suami malah jalan duluan tanpa aba-aba, sedangkan yang lain (kaka dan ibu) sudah saya koordinasikan untuk mampir dulu ke Menara Siger sebelum kita lanjut lagi ke dermaga.


Akhirnya saya dan kaka duluan sedangkan bapak menunggu ade yang duluan. Tak jauh dari lokasi belanja tadi menara siger sudah bisa di jangkau, saat masuk kesana suasanya sekitar jam Sembilan pagi kami langsung di hampiri oleh petugas dengan baju loreng dan badan sterek saya kira TNI gak taunya mau nagih tiket, motor saya pun di stop olehnya sebelum masuk ke Menara siger. Kami harus membayar tiket masuk per orang Rp.5000 seinget saya dan sedenger saya waktu itu saya masih dua motor, saya dan adik saya yang bontot motor satu lagi kakak dengan suami dan anaknya satu.


Saya memberikan uang lima puluhan satu lembar dan dia kembalikan tiga puluh ribu, saya cek berarti bener. Nah sebelum saya naik ke menara siger datanglah rombongan kedua bapak saya boncengan dengan ibu lalu adek saya yang kedua dengan suami plus anaknya, saya langsung diberhentikan lagi oleh calo tiket yang berbeda (bukan yang baju lorang) mereka dimintai tiket tapi saya teriakin dari kejauhan sudah….! Sudah beli tiket tadi…!!! Dan mereka percaya karena orang yang meminta bayaran tiket pertama ndak ngasih tiket gitu langsung nodong gitu aja kaya calo biasanya tapi pakaianya rapih kaya TNI gitu dah *yasudahlah*abaikan yang penting lolos dan dua motor lagi bebas pulsa berarti :D.


Akhirnya kami melenggang naik menuju menara siger jalanya menanjak lumayan jauh pagi menjelang siang itu kami menikmati dengan berfoto ria walau tak semua sudut kami jadikan objek dalam beground  foto kami. Menara siger memang begitu mengesankan menjulang tinggi luas dan megah.

created By:

http://www.genksukasuka.com/2012/08/menara-siger-landmark-provinsi-lampung.html

Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

English French German Spain Italian Dutch

Russian Brazil Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Pengikut

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. - - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger